Pokdawis Oro oro Ombo

Senin, 27 April 2015
Industri pariwisata merupakan sektor industri yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup, dan dalam mengaktifkan sektor lain di dalam negara penerima wisatawan. Di samping itu pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks, mampu menghidupkan sektor-sektor lain meliputi industri-industri seperti industri kerajinan tangan, industri cinderamata, penginapan, dan transportasi. Disebutkan pula bahwa pariwisata sebagai industri jasa yang digolongkan sebagai industri ke tiga cukup berperan penting dalam menetapkan kebijaksanaan mengenai kesempatan kerja, dengan alasan semakin mendesaknya tuntutan akan kesempatan kerja yang tetap sehubungan dengan selalu meningkatnya wisata pada masa yang akan datang.
Pariwisata dengan segala aspek kehidupan yang terkait di dalamnya akan menuntut konsekuensi dari terjadinya pertemuan dua budaya atau lebih yang berbeda, yaitu budaya para wisatawan dengan budaya masyarakat sekitar obyek wisata. Budaya-budaya yang berbeda dan saling bersentuhan itu akan membawa pengaruh yang menimbulkan dampak terhadap segala aspek kehidupan dalam masyarakat sekitar obyek wisata. Pada hakekatnya ada empat bidang pokok yang dipengaruhi oleh usaha pengembangan pariwisata, yaitu ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Dampak positif yang menguntungkan dalam bidang ekonomi yaitu bahwa kegiatan pariwisata mendatangkan pendapatan devisa negara dan terciptanya kesempatan kerja, serta adanya kemungkinan bagi masyarakat di daerah tujuan wisata untuk meningkatkan pendapatan dan standar hidup mereka. Dampak negatif dari pengembangan pariwisata tampak menonjol pada bidang sosial, yaitu pada gaya hidup masyarakat di daerah tujuan wisata. Gaya hidup ini meliputi perubahan sikap, tingkah laku, dan perilaku karena kontak langsung dengan para wisatawan yang berasal dari budaya berbeda.
Dalam pengembangan segala aspek potensi untuk meningkatkan pendapatan tiap daerah sekarang ini, pariwisata merupakan suatu sektor yang sangat menunjang untuk mencapai hal tersebut. Didasari oleh hal tersebut maka tiap kota yang memiliki potensi pengembangan objek wisata, baik wisata buatan atau wisata alami mulai mengembangkan setiap potensi objek pariwisata yang ada di daerah masing-masing. Hal tersebut diutamakan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat terutama yang berada di daerah objek pariwisata. Karena nantinya pariwisata ini sendiri diharapkan akan membawa efek perubahan secara ekonomi pada tiap kota yang memiliki potensi tersebut.
Kota Batu merupakan salah satu kota yang terletak di propinsi Jawa Timur dan berdiri menjadi Kota Madya sejak 13 Oktober 2001 dan berdedikasi menjadi Kota Wisata pada awal tahun 2007. Kota Batu memiliki potensi daerah pariwisata yang sangat menunjang baik secara wisata alami atau buatan karena didukung  dari segi geografis yang terletak di daerah pengunungan sebagai contoh objek wisata alami adalah Songgoriti yang terletak di dataran tinggi, dan juga ada nya objek wisata buatan yang dikembangkan belakangan ini meliputi Jatim Park 1, Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo & Batu Night Spectaculer), yang diresmikan tahun 2009 dan banyak diminati oleh para wisatawan. Kota Batu mulai mengembangkan objek wisata mereka meliputi wisata buatan dan alami yang ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat setempat, hal itu tidak terlepas dari peran masyarakat dan pemerintah setempat. Dimana dalam pengembangan untuk sektor pariwisata telah ditanggapi secara positif oleh pemerintah dan masyarakat setempat dengan harapan dapat menambah pendapatan daerah mereka. 
Sejak dicanangkannya progam city branding Kota Batu untuk menyandang predikat Kota Wisata, Kota Batu mulai berbenah untuk melengkapi sarana dan prasana  penunjang program sebagai kota wisata seperti ketersediaan sarana seperti hotel, villa, sampai penambahan beberapa objek wisata baru dan wahana tourism center mulai dikembangkan untuk menambah minat wisatawan berkunjung ke Kota Wisata Batu dan juga untuk menguatkan predikat Kota Batu sebagai Kota Wisata. Berkaitan dengan hal tersebut Kota Batu mulai membangun dan meresmikan tempat pariwisata Jatim Park 2Pada tanggal 23 Desember 2009, yang merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Oro-oro Ombo. Kota Batu, Jawa Timur dan merupakan objek wisata buatan terbaru dari kota tersebut. Pembangunan kepariwisataan ini dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan sektor-sektor pembangunan lainnya melalui usaha-usaha kepariwisataan yang kecil, menengah dan besar. Peranan pemerintah lebih diarahkan untuk mendorong peranan swasta dalam usaha menciptakan produk wisata. Berkembangnya peranan swasta akan memajukan pariwisata di Jawa Timur.
 Kota Batu semakin dipacu untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata dengan pembangunan dan perbaikan sarana serta prasarana penunjang. Hal ini bertujuan agar jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu semakin meningkat. Adanya peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas pariwisata yang berlangsung di dalam kawasan, secara tidak langsung akan membawa dampak atau pengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Sebagai contoh adalah terjadinya perubahan kelembagaan masyarakat setempat. Seperti pada perubahan kelembagaan ekonomi. Hal tersebut terlihat dengan dibentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang berada ditengah-tengah masyarakat Desa Oro-Oro Ombo sebagai bentuk kelembagaan baru.
Pokdarwis di Desa Oro-Oro Ombo juga merupakan salah satu langkah nyata untuk mewujudkan tujuan Kota Batu sebagai kota yang memiliki predikat Kota Wisata termasuk masyarakat di dalamnya. Sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Nomor:180/175/KEP/422.012/2009, Tentang Penetapan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Melalui Mitra Pariwisata Mandiri Kota Batu. Langkah nyata dengan dibentuknya Pokdarwis ini sebagai misi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam hal perekonomian di industri pariwisata. Diharapkan nantinya oleh pemerintah setempat Pokdarwis ini dapat berfungsi sebagai wadah baru dalam masyarakat sebagai penunjang segala aspek pariwisata di tiap tempat dengan segala bentuk peraturan dalam hal ekonomi. Dibentuknya Pokdarwis sebagai lembaga baru dan aturan-aturan di dalamnya ditujukan juga untuk menggali segala bentuk potensi dalam masyarakat mengenai industri pariwisata



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar